Thursday, December 1, 2011

Varanus komodoensis, Ouwens 1912


Terlepas dari kontroversi pooling 'keajaiban dunia', hewan yang satu ini memang 'wonderful' banget. Buktinya nemu nih patung komodo di Aussie. Komodo pertama kali didokumentasikan oleh orang Eropa sekitar 1910 dan di beri nama Komodo dragon oleh W. Douglas Burden.

Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Reptilia
Ordo: Squamata
Famili: Varanidae
Genus: Varanus
Spesies: Varanus komodoensis

Komodo atau yang dikenal dengan sebutan Ora oleh penduduk setempat, merupakan spesies kadal terbesar di dunia. Sejauh ini, yang terbesar ditemukan, memiliki panjang 3,13 meter dengan berat sekitar 166 kg termasuk makanan di dalam perutnya. WOW...!!!

Meskipun merupakan kadal terbesar, namun bukan merupakan kadal terpanjang. Kadal terpanjang dipegang oleh Varanus salvadorii (biawak Papua).

Komodo tidak memiliki indra pendengaran meski memiliki lubang telinga; mampu melihat sejauh 300 meter dan mampu membedakan warna namun tidak seberapa mampu membedakan objek tidak bergerak. Komodo mampu berlari hingga 20 km/jam untuk jarak pendek. Juga merupakan perenang unggul dan mampu menyelam sedalam 4,5 meter. Selain itu, komodo juga dapat memanjat pohon dengan cakarnya yang kuat. (Waduh...berarti kalo pas ketemu, jangan lari, jangan berenang tapi kita bisa pura-pura jadi batu atau batang kayu dengan posisi diam tak bergerak kali ya? hehe..)

Komodo merupakan hewan soliter, berkumpul hanya saat makan dan berkembang biak. Komodo butuh 3-5 tahun untuk menjadi dewasa dan dapat hidup lebih dari 50 tahun.

Hasil penelitian tentang komodo juga menyebutkan bahwa gigitan komodo mengandung bisa. Selain itu juga ditemukan bahwa air liur komodo mengandung lebih dari 28 jenis bakteri gram negatif dan 29 jenis bakteri gram positif yang dapat menyebabkan septisemia pada korban gigitan. Serem juga ya...

Tapi di balik itu, ada hikmah tersembunyi. Meski punya bakteri mematikan, ternyata komodo sendiri kebal terhadap bakteri tersebut. Karena itu saat ini sedang berlangsung penelitian untuk mencari molekul anti bakteri untuk pengobatan manusia.

Dalam daftar IUCN Red list, komodo masuk kategori spesies rentan. Hanya tinggal sekitar 4000-5000 ekor di alam bebas. Komodo terdapat di pulau Komodo, pulau Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara Timur. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 350 ekor betina produktif, karena itu sejak tahun 1980 pemerintah Indonesia membuat Taman Nasional Komodo. Saat ini sedang dalam rencana pemekaran area menjadi lebih luas. Selain itu juga dikembangkan Cagar Alam Wae Wuul dan Wolo Tado di pulau Flores.

(dari berbagai sumber)

No comments:

Post a Comment